Ayah di Pangkep Setubuhi Anak Tirinya Selama 7 Tahun hingga Hamil Diamankan Polisi

JurnalPost.com – Kasus kekerasan seksual yang menimpa anak tiri oleh ayah tirinya selama 7 tahun menggemparkan warga masyarakat. Tindakan yang dilakukan oleh ayah tiri tersebut telah melanggar hukum dan merusak masa depan anak tiri yang seharusnya dilindungi dan diberikan kasih sayang.

Perbuatan keji yang dilakukan oleh Sulaiman Alias Aco (41 tahun) bisa disebut sebagai tindakan yang amat sangat tercela. Selama bertahun-tahun, dia telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak tirinya. Tindakan terlarang ini terjadi di rumahnya di Kampung Alekarajae, Kelurahan Atangsalo, Kecamatan.

Kasi Humas Polres Pangkep, AKP Imran menjelaskan bahwa tindakan bejat pelaku sudah dimulai sejak korban yang berusia tujuh tahun hingga berusia 14 tahun. Perbuatan tersebut terjadi berulang kali dan akhirnya terbongkar.

Saat melakukan pemerkosaan, Sulaiman mengancam akan membunuh korban jika dia melaporkan kejadian tersebut kepada orang lain. Akibat dari perbuatan bejat ayah tirinya, korban yang berinisial M (14 tahun) kini sedang hamil dengan usia kehamilan 6 pekan.

Imran mengungkapkan bahwa kejadian terakhir terjadi pada 3 April yang lalu. Saat itu, M sedang tidur siang ketika Sulaiman tiba-tiba masuk ke kamar M dan memaksa M untuk berhubungan intim. Meskipun M mencoba untuk memberontak dan menolak ajakan Sulaiman, namun Sulaiman tetap memaksanya untuk berhubungan secara paksa.

Kasi Humas Polres Pangkep menjelaskan kejadian tersebut di Mapolres Pangkep, “Setelah berhubungan, Sulaiman mengatakan kepada M bahwa jika terjadi keterlambatan haid, M harus segera memberitahukannya agar Sulaiman bisa menyiapkan nanas muda untuk menggugurkan kandungan.” (Selasa, 30 April 2024)

M kemudian memutuskan untuk mendatangi ayah kandungnya di Kabupaten Luwu Timur setelah mengalami perubahan tubuh yang mencurigakan. Kerabat ayahnya yang curiga dengan perubahan tersebut akhirnya mendesak M untuk menceritakan penyebabnya.

Baca Juga  China Berikan Sambutan Hangat untuk Kunjungan Prabowo ke Negeri Tirai Bambu

Setelah didesak, M akhirnya mengaku dan menceritakan semuanya kepada keluarga ayah kandungnya. Keluarga tersebut kemudian memeriksa HP milik M dan menemukan percakapan antara M dan seseorang bernama Sulaiman. Dari percakapan tersebut, terungkaplah bahwa Sulaiman terlibat dalam perubahan tubuh yang dialami oleh M.

Keluarga ayah kandung M tidak tinggal diam, mereka segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Luwu Timur dan kasus tersebut kemudian diserahkan ke Polres Pangkep untuk ditindaklanjuti.

Kasi Humas Polres mengatakan bahwa Sulaiman mengaku motif dari perbuatannya tersebut adalah karena kebiasaannya menonton video vulgar di internet. Sedangkan M, yang masih trauma akibat kejadian tersebut, saat ini berada di Kabupaten Luwu Timur dan mendapatkan pendampingan dari instansi terkait untuk membantu pemulihannya.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan seksual yang mungkin terjadi di sekitar kita. Perlindungan dan keamanan anak harus menjadi prioritas utama dalam keluarga dan masyarakat. Selain itu, pentingnya pendidikan dan sosialisasi tentang perlindungan anak perlu ditingkatkan agar kasus serupa tidak terulang di masa yang akan datang.

Dengan adanya tindakan tegas dari aparat kepolisian dan proses hukum yang berjalan, diharapkan kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Tindakan kekerasan seksual terhadap anak adalah tindakan yang merusak dan harus ditindak dengan serius.

Semoga kasus ini dapat dijadikan momentum untuk memperhatikan dan melindungi anak-anak dari setiap bentuk kekerasan. Kepedulian dan perlindungan adalah tanggung jawab bersama untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *