Ragunan Wisata Sejuta Umat : Inspirasi Hiburan Terjangkau di Kota Jakarta

Potret suasana ramainya pengunjung Kebun Binatang Ragunan pasca lebaran pada Sabtu(29/4).

Oleh Fathiya Khoirunisa. Mahasiswa Komunikasi Digital dan Media.
Sekolah Vokasi IPB University

JurnalPost.com – Ada berbagai macam kegiatan yang dapat dilakukan ketika memiliki waktu luang, umumnya orang cenderung menghabiskan waktu untuk menjalankan hal menarik terutama jika hal tersebut menyenangkan dan menjadi sebuah keberuntungan apabila tidak menguras biaya ataupun tenaga. Hiruk pikuk perkotaan seringkali menjadi alasan masyarakat ingin mencari suasana berbeda yang lebih kondusif dan menyejukkan fisik maupun batin. Masyarakat zaman sekarang kerap menyebutnya dengan istilah “healing”. Momen pemulihan batin setelah melewati rutinitas harian yang melelahkan memang dianggap penting terutama bagi generasi muda yang sangat sering mencari tempat untuk dikunjungi.

Meskipun begitu, berada dalam suatu perjalanan menjadi salah satu bagian penting dari setiap hal yang dilakukan. Baik itu perjalanan fisik saat bepergian menuju tempat baru, ataupun perjalanan seperti perkembangan atau perubahan dalam kehidupan seseorang. Kedua hal ini sama-sama membutuhkan energi untuk melewatinya. Perjalanan fisik membutuhkan kekuatan dalam melewati medan lokasi tempat, sementara perjalanan batin atau moral membutuhkan kekuatan mental sebagai bekal menjalani perkembangan fase kehidupan. Istilah “healing” umumnya pergi ke suatu tempat yang bisa memberikan kenyamanan dan kesenangan.

Warga Jakarta memiliki banyak pilihan tempat “healing” menyesuaikan kebutuhan hiburan yang kriteria tujuannya bisa sebagai fasilitas hiburan ataupun sarana wisata edukatif. Umumnya “healing” sangat identik dengan aktivitas menenangkan diri dengan menarik diri dari hiruk pikuk pekerjaaan dan pergi ke tempat tenang seperti wisata alam danau ataupun sebatas taman kota yang berukuran luas dan menyejukkan. Jumlah taman di Kota Jakarta saat ini sudah sangat melimpah dengan fasilitas publik yang memadai serta sangat layak untuk dijadikan sebagai salah satu pilihan tempat “healing”.

Istilah “healing” bagi masyarakat menengah kebawah membawa stigma baru sebagai istilah untuk berwisata saja bukan sebagai aktivitas menenangkan diri. Oleh karena itu, wisata Kebun Binatang Ragunan dengan biaya terjangkau dan pemandangan suasana alam yang luas sangat menarik bagi banyak kalangan. Karena wisata ini bisa sekaligus menjadi tempat wisata edukatif yang bermanfaat untuk mengetahui aktivitas berbagai macam jenis Binatang.

Lokasi yang berada ditengah Kota Jakarta seharusnya memudahkan untuk dijangkau oleh masyarakat, namun kenyataannya jika berasal dari luar Kota Jakarta harus menggunakan beberapa jenis transportasi untuk bisa mendatangi Kebun Binatang Ragunan ini.

Suasana akhir pekan sangat tepat diisi dengan aktivitas berwisata, sehingga saya bersama teman memutuskan untuk mencoba mendatangi Kebun Binatang Ragunan yang tempatnya berupa hamparan taman luas dengan berbagai macam hewan penghuninya. Saya mengawali

Baca Juga  Gathering KSBI 2024 - Memperkuat Solidaritas dan Kesadaran Publik

perjalanan dari Stasiun Bogor menuju wilayah Jakarta. Perjalanan menggunakan kereta membutuhkan waktu sekitar 1 jam hingga sampai di stasiun tujuan yaitu Stasiun Tanjung Barat. Kondisi kereta sangat padat dipenuhi oleh penumpang yang hendak bepergian di akhir pekan.

Setelah tiba di Stasiun Tanjung Barat, saya berjalan keluar menuju halte koridor Transjakarta menuju lokasi Kebun Binatang Ragunan. Tersedia banyak pilihan transportasi public untuk bisa menuju Kebun Binatang Ragunan, namun ketersediaannya sangat terbatas karena peminatnya sangat tinggi. Setelah menunggu hamper setengah jam di koridor Transjakarta, saya merasa bosan menunggu dan ingin berganti menggunakan transportasi lain agar lebih cepat berangkat menuju lokasi, sehingga saya dan teman saya memutuskan untuk beralih menggunakan angkot yang banyak berhenti di pinggir jalan raya besar menuju Kebun Binatang Ragunan.

Setelah memastikan mobil angkot sesuai dengan tujuan, saya duduk dalam angkot dan menunggu untuk berangkat. Namun terulang lagi, angkot tersebut tidak mau langsung jalan karena menunggu penumpang terisi penuh. Saat itu saya sudah menunggu dalam angkot hampir ssetengah jam namun penumpang tak kunjung terisi penuh. Karena merasa jengkel akhirnya saya dan teman saya pun turun dari angkot dan memutuskan untuk memesan taksi online agar bisa langsung jalan menuju lokasi.

Penyesalan memang datang di akhir. Rasanya sangat tidak nyaman karena harus banyak menunggu diawal karena ingin menggunakan transportasi publik agar lebih menghemat biaya namun ternyata biaya yang murah memang harus digantikan dengan banyak waktu terbuang untuk menunggu dan ditambah cuaca cukup terik saat itu sehingga menambah rasa kesal saya. Meskipun begitu, beruntung saya bisa mendapatkan voucher promo untuk taksi online yang saya pesan sehingga tidak perlu membayar terlalu mahal dan dapat duduk dengan nyaman menuju lokasi wisata.

Perjalanan dari Stasiun menggunakan mobil memakan waktu sekitar 15 menit saja. Kalau saya tau dari awal akan menunggu selama itu, tentu saja saya akan memilih langsung pesan taksi online agar tidak perlu banyak menunggu dan membuang waktu sia-sia. Namun nasi sudah menjadi bubur, pengalaman memanglah pelajaran yang sangat berharga. Saya jadi mengetahui jika ingin bepergian menggunakan transportasi umum harus siap untuk berdesakan dan banyak menunggu ketersediaannya. Saya sempat berinteraksi dengan membuka obrolan bersama sekumpulan anak muda yang saya rasa seumuran dan bertujuan lokasi yang sama, mereka ternyata sudah menunggu bus Transjakarta lebih lama dari saya namun tetap belum bisa naik karena bus selalu datang dalam kondisi penuh dan tidak bisa mengangkut penumpang lagi sehingga harus menunggu bus berikutnya.

Baca Juga  Di Balik Politisasi Bansos dan Potensi Kebijakan Revolusioner di Indonesia

Sesampainya di Kebun Binatang Ragunan saya langsung memindai kode tiket yang sebelumnya saya beli di website. Harga tiketnya sangat terjangkau yaitu hanya Rp4.000. Berhubung saya datang saat libur panjang (long weekend) maka jumlah pengunjung pun lebih banyak dari hari biasanya (hari kerja). Kemungkinan pengunjung yang datang pada hari libur bisa mencapai 40.000-60.000 pengunjung dari berbagai macam daerah, saya mengobrol dengan petugas keamanan sekitar parkiran karena banyak bertanya lokasi di Kebun Binatang Ragunan.

Berkeliling dengan berjalan kaki lumayan menguras banyak tenaga sehingga saya memutuskan untuk beristirahat dan makan siang untuk mengisi energi. Setelah beristirahat dan merasa cukup berkeliling, saya memutuskan untuk berjalan menuju pintu keluar. Namun ternyata hujan besar turun tanpa disangka. Pengunjung Kebun Binatang Ragunan yang lumayan padat segera membubarkan diri mencari tempat berteduh yang jumlahnya tidak cukup banyak sehingga banyak dari pengunjung yang langsung lari menuju mobilnya agar bisa segera pulang tanpa menuju hujan reda.

Setelah menunggu hujan reda, saya pulang menggunakan ojek online lagi karena tidak ingin menunggu bus lebih lama seperti awal keberangkatan. Ternyata pengunjung lain banyak yang berpikiran sama dengan saya untuk memesan ojek online, akhirnya saya kesulitan mendapatkan ojek online karena banyak pesanan dan ketersediaan driver tidak seimbang. Namun akhirnya saya bisa mendapatkan driver dan bisa segera jalan menuju Stasiun Tanjung Barat. Perjalanan pulang saya merasa lebih mudah dan tidak terlalu berdesakan di kereta seperti saat berangkat sehingga lebih santai. Saya pulang kerumah orangtua saya di Bekasi bersama teman saya.

Perjalanan liburan wisata satu hari yang cukup panjang dan melelahkan ini sangat menarik bagi saya karena ada banyak pengalaman baru berwisata tanpa ditemani oleh keluarga, sehingga saya banyak belajar menggunakan transportasi umum dan mandiri mengatur waktu serta keberanian berinteraksi dengan banyak orang baru yang asing.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *