Serupa Namun Tak Sama, Kenali Baby Blues dan Postpartum Syndrome Serta Cara Menanganinya

Oleh: Nabila Salsabil, Mahasiswa Psikologi Universitas Syiah Kuala

JurnalPost.comBaby blues syndrome serta postpartum syndrome kerap dialami oleh para ibu yang baru usai  melahirkan. Kalau tidak cepat di tindak lanjuti, maka dampak negatif tidak hanya akan terjadi pada sang ibu melainkan juga kepada si bayi yang baru lahir.

Penantian akan kelahiran sang buah hati tentu akan dialami oleh orangtua, meskipun kelahiran sang bayi akan mendatangkan kegembiraan yang besar, banyak ibunda yang mengalami perasaan sedih atau perubahan mood yang ekstreme sehabis melahirkan. Kondisi demikian disebut symdrome baby blues. Tak hanya itu, ternyata banyak dari para ibu yang mengalami hal yang mirip dengan gejala baby blues namun tanpa disadari ternyata yang dirasakan oleh para ibu ternyata bukanlah baby blues melainkan postpartum depresion. Lantas apa perbedaan dari kedua hal tersebut?

Syndrome baby blues umumnya hanya terjadi selama 14 hari pasca kelahiran. Walau demikian kondisi ini bukan hal yang bisa disepelekan karena akan berdampak buruk untuk ibu dan bayi. Baby blues biasa ditandai dengan perubahan mood extreme yang dapat membuat sang ibu sering menangis, kesulitan untuk tidur, dan merasa cemas. Sedangkan postpartum syndrome ditandai dengan gejala yang lebih parah sehingga menyebabkan para ibu yang menderita syndrome ini merasa gagal menjadi ibu dan kehilangan semangat hingga tidak mau lagi mengurus bayi. Lalu apa saja yang harus diketahui mengenai baby blues syndrome dan postpartum depression serta cara mengatasinya?

Berdasarkan jurnal ilmiah bejudul How to Cope With Baby Blues: A Case Report dalam Journal of Phsyciatry Phsycology and Behavioral Research, ibu yang mengalami baby blues setelah melahirkan mencapai 50-85 persen.

Beberapa penyebab baby blues dan postpartum syndrome pada ibu pasca melahirkan antara lain:

  1. Adaptasi menjadi ibu
  2. Perubahan hormon
  3. Kelelahan dan kekurangan istirahat
  4. Memiliki riwayat masalah mental
  5. Mengidap gangguan bipolar
  6. Menggunakan obat-obatan terlarang
  7. Air susu susah atau tidak keluar sehingga anak jadi susah di susui
  8. Mengidap komplikasi kehamilan
Baca Juga  Ban Ramah Lingkungan, Sebagai Jalan Menyelamatkan Bumi

Penderita baby blues dan postpartum syndrome harus mendapatkan pertolongan dan pengobatan secepat mungkin setelah terdeteksi. Perlu diketahui bahwa tingkat serta cepatnya kesembuhan untuk tiap ibu pasti akan berbeda-beda. Tentunya pasti akan diperlukan kesabaran dan kesiapan mental dalam menghadapi dan menangani para ibu yang menderita syndrome ini.

Beberapa solusi untuk menguindari baby blues pada ibu adalah:

  1. Pola makan yang sehat dan teratur
  2. Istirahat yang cukup
  3. Mencari informasi seputar persalinan
  4. Berbagi beban bersama keluarga
  5. Dukungan dari orang terdekat
  6. Self reward
  7. Konsultasi pada dokter
  8. psikoterapi

Itulah penjelasan mengenai baby blues syndrome dan postpartum depression cara mengatasinya. perlu diingat bahwa hal ini tidak hanya terjadi pada sedikit ibu diluar sana, maka jangan ragu untuk meminta pertolongan dan mendiskusikan masalah ini dengan keluarga serta orang-orang terdekat. Jangan ragu pula untuk mencari pertolongan kepada tenaga medis, terutama untuk mengkonsultasikan masalah ini kepada psikolog terdekat untuk mencari pertolongan mental.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *